
Mata menjadi salah satu bagian tubuh yang sangat penting sekali. Sekarang ini ada mata bionik yang menjadi solusi untuk masa modern sekarang. Terutama untuk orang yang tidak dapat melihat, mata bionik bisa menjadi harapan banyak orang.
Ada banyak orang tidak dapat melihat karena banyak faktor entah cedera, penyakit atau genetika. Menurut WHO ada hampir 40 juta orang di dunia mengalami kebutaan. Lalu 135 juta lainnya mengalami gangguan penglihatan.
Teknologi pada mata bionik ini pertama kali diterapkan pada pasien Retinitis Pigmentosa pada tahun 2009. Para ahli bedah rumah sakit Manchester dan Moorfields memberikan percobaan mata bionik kepada Argus II.

Teknologi ini terus berkembang, sampai pada tahun 2021 para peneliti di Keck School of Medicine of USC menciptakan komputer yang mampu meniru retina manusia. Teknologi ini mereplikasikan bentuk serta posisi jutaan sel saraf.
Hal ini diproyeksikan untuk dapat menghadirkan warna serta meningkatkan kejernihan teknologi. Belum lama ini para ilmuwan menguji coba perangkat Phoenix 99 kepada para kawanan domba. Uji coba ini bertujuan untuk dapat membantu banyak orang yang mengalami kebutaan untuk bisa melihat kembali.
Hasil uji coba ini untuk melihat apakah perangkat yang ditanamkan tersebut memicu reaksi fisik yang tidak diinginkan. Sebab mata bionik ini dianggap lebih bisa ditoleransi oleh hewan. Hasilnya, ada sebuah aplikasi yang telah dibuat untuk mulai diuji pada mata pasien manusia.
Phoenix 99 ini terhubung secara nirkabel ke kamera kecil yang terpasang pada kacamata. Nantinya kacamata tersebut akan merangsang retina si pengguna. Karena Phoenix 99 ini mampu melewati retina mata yang rusak lalu memancing sel-sel untuk bisa berfungsi dengan baik.

Gangguan mata ini mengganggu perekonomian global lebih dari $25 miliar per tahun. Ini karena hilangnya produktivitas.
Sistem mata bionik ini masih sangat terbilang baru untuk mengatasi kebutaan. Namun, dalam perkembangannya sektor ini diperkirakan akan bernilai $426 juta pada tahun 2028.
Bhavin Shah, seorang dokter mata di London setuju bahwa mata bionik masih memiliki jalan yang panjang. Teknologi yang mendeteksi dan mendiagnosis gangguan penglihatan cenderung memiliki dampak yang luas. Jadi mata bionik ini diharapkan dapat berdampak secara signifikan di masa depan.
Jadi kita tunggu mata bionik sebagai solusi untuk harapan penglihatan banyak orang. Teknologi sekarang ini semakin canggih, bukan tidak